Kuliah Tamu Matematika 2025: “Beyond the Numbers” Peran Matematika dalam Dunia Profesional Modern

OKU Timur, 3 Mei 2025 – Program Studi Matematika sukses menyelenggarakan acara Kuliah Tamu bertajuk “Beyond the Numbers: Peran Matematika dalam Dunia Profesional Modern” pada Sabtu, 3 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom dan dihadiri oleh mahasiswa matematika semua semester dan beberapa dosen matematika. Acara diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Program Studi Matematika, Annisa Nur Azizah, S.Si., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta serta pentingnya membekali mahasiswa dengan wawasan dunia kerja di luar lingkungan akademik

Narasumber utama dalam kuliah tamu ini adalah Ibu Miftahul Janah, S.Si., seorang Senior Risk Manager di Bank Mandiri Jakarta sekaligus pelaku usaha kerajinan tangan yang sukses dan populer di media sosial, dengan ribuan pengikut di Instagram. Dalam sesi pemaparannya, beliau membagikan perjalanan kariernya yang dimulai dari jalur Officer Development Program (ODP) di Bank Mandiri hingga mencapai posisi strategis sebagai manajer senior di bidang manajemen risiko

Ibu Miftahul menekankan bahwa lulusan matematika tidak terbatas pada profesi guru atau dosen. Berdasarkan data dan survei yang ada, banyak lulusan matematika kini menempati posisi sebagai data analyst, terutama di sektor perbankan dan keuangan. Menjawab pertanyaan mahasiswa terkait “bagaimana cara magang di bank” dan “apa yang bisa dilakukan seorang matematikawan di bank?”, beliau menjelaskan bahwa posisi seperti analis data, manajemen risiko, dan audit internal sangat membutuhkan kemampuan berpikir logis, analitis, serta penguasaan pengolahan data—semua yang merupakan kekuatan lulusan matematika. Lebih lanjut, Ibu Miftahul menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang analis data yang kompeten di dunia perbankan, penting untuk memiliki sertifikasi profesi, salah satunya dari BSMR (Badan Sertifikasi Manajemen Risiko). Ia juga memperkenalkan beberapa perangkat lunak yang umum digunakan dalam pengolahan data seperti SQL, SAS, Tableau, dan Apache Hive. Namun bagi pemula, beliau menyarankan agar memulai dari penguasaan Excel yang tersedia secara luas dan gratis melalui Microsoft Office

“Pengolahan data adalah inti dari pengambilan keputusan di dunia perbankan. Mahasiswa matematika memiliki modal yang sangat kuat, tinggal ditambah dengan keterampilan teknis dan kemauan belajar,” ungkap beliau.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif dan interaktif, mencerminkan ketertarikan mahasiswa terhadap peluang kerja di sektor profesional non-akademik. Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan karena membuka wawasan baru tentang potensi karier lulusan matematika. Selain itu Ibu Miftahul juga memberikan suatu kasus yang harus dipecahkan oleh peserta dan jika ada mahasiswa yang benar akan mendapatkan hadiah. Setelah dibahas dan didiskusikan ternyata kasus yang diberikan tadi adalah kasus yang ia dapat ketika wawancara waktu mendaftar kerja di Mandiri. Waah menarik… Mahasiswa yang berhasil memecahkan kasus adalah Femas dan Dea, sehingga mereka berdua mendapatkan hadiah yakni berupa e-money.

Acara ini menjadi pengingat bahwa ilmu matematika tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang bagaimana membentuk pola pikir yang sistematis, logis, dan adaptif terhadap berbagai tantangan di era data dan teknologi saat ini.

Tinggalkan komentar